<$BlogRSDUrl$>

January 06, 2004

Novita Kekasihku Haus Sex (3)
Episode: Novita Sekarang Suka Memakai Sexy Underwear

Rumah kostku sepi. Semua orang pergi. Maka Jum'at malam ini Novita aku ajak ke rumah. Di kamar kami bercumbuan ringan sambil ngemil dan minum. Karena bosan nonton TV akhirnya kami menikmati VCD porno di notebook. Judulnya The Analized Collection dan The Best Cut of Cumshots.

Baru jalan sebentar, VCD Analized yang isinya kumpuilan adegan anal itu kami ganti. Kami pingin yang lunak dulu. Makanya kami nonton cumshots saja, isinya kumpulan adegan oral sampai maninya muncrat Kami menikmatinya sambil bermesraan dengan cara yang unik dan merangsang namun lembut.

Aku cuma pake celana dalam, sementara Novita aku minta tetap pakai bra dan celana dalamnya. Supaya longgar dan nyaman dia pakai kemaja katunku. Kerena kemajaku besar maka ketika dia pakai jadi menyerupai rok. Dengan bantal-bantal kami bermesraan di karpet. Kami rebahan, aku memeluknya dari belakang, sesekali menciumi pipi, kening, mata, leher dan tengkuknya. Cuma sesekali aku meraba pelan teteknya. Tapi itupun suah membuatku ngaceng luar biasa dan bikin putingnya mengeras sementara memeknya makin basah.

"Cantik-cantik ya mas yang main," kata Novita sambil mengamati wajah para aktris Vivid yang memang cantik. "Makeupnya bagus mas.. ." katanya. Aku bilang memang iu yang aku sukai, yaitu wanita dengan makeup rapi dan lengkap, lipstik yang menawan dengan kuku ang bercutex serasi. Itu yang membuatku terangsang manakala aktris-aktris itu bersetubuh, ngisap kontol dan kemudian mani memancar kewajah mereka.

"Mmmmm... underwear mereka juga bagus ya. Malah merangsdang banget. Itu yang bikin ngaceng lelaki ya mas?" tanyanya. Aku mengiyakan. "Memang Nov, lingerie itu indah. Coba gih kamu akai lingerie yang sexy... Aku beliin mau nggak?" tanyaku. Dia mengangguk, tersenyum, dan mengecup pipiku sambil bilang "thanks..."

"Novita sayang liat tuh oralnya mereka pinter ya. Kocokannya lembut, oralnya nggak pakai gigi supaya nggak bikin lecet kontol. Waktu mani muncrat mulut mereka bisa menampung penuh... Oh mana makeupnya bagus lagi. Lihat tuh bra mereka, juga celana dalamnya... biar tetap melekat dibadan tapi pesona tubuh mereka justru semakin kentara..." kataku, sambil merogoh putingnya. "Iya mas... " desahnya menahan nikmat.

Sekarang aku lepas CDku sehingga aku bugil. Novita pura-pura nggak tau. Aku peluk dia, aku bukai kancing kemejanya. Aku singkap mangkok branya sebelah kanan sehingga teteknya yang sebelah itu keluar. Tetek kecil yang kenal dengan puting coklat tua. Aku raba, remas lembut, lalu putar2 tetek Novita sambil aku ciumi lehernya dari belakang. Dia mengaduh nikmat. Tangan kirinya mulai bergerak kebelakang mencari pegangan dan akhirnya ketemu, yaitu kontolku yang segera dielusnya pelan dan lembut.

Novita terus memperhatikan adegan demi adegan. Ketika sampai pad a adegan 3 cewek berebut cipratan mani, aku bilang, "Nov ini nih yang paling aku suka, ada cewe rebutan sperma..." Dia senyum. "Mas pingin ya?" tanyanya. Aku bilang, "Ya" sambil meraba memeknya dari luar celana, sehingga dia menjadi nikmat dan mulai mengangkangkan pahanya. 'Boleh, entar kita nyoba ya Mas... Tapi 2 cewek lainnya siapa ya?" katanya mengoleskan jarinya yang basah oleh lendir memek ke bibirku.

Aku tarik CD Novita, aku gulung kedalam, sehingga bentuknya jadi mini sekali terus akibatnya jembutnya yang lurus hitam itu menerobos keluar dari celana. "Coba Nov kamu pakai celana yang gini..." kataku. "Beliin dong masss... Aku juga pingin pake yang kayak dipakai cewek itu, liat tuh... kalo buat ngangkang memeknya langsung keliatan... Wuahhh itu celana yang mengundang kontol untuk menembus memek ya mas..." katanya dengan penuh kemanjaan.

Tangan Novita sekarang memegang tanganku, menuntunnya untuk menjelajahi tubuhnya. Merabai putingnya, menggusel teteknya sebelah yang terbuka lalu menggesekkan tanganku ke balik celana dalamnya sehingga langsung kurasakan bibir vagina yang menggembung dan basah. Diputarnya telak tanganku sehingga kurasakan itilnya makin mengencang sementara lendir memeknya terus berleleran. Aku terus menciumi dan mejilati leher, kuping dan tengkuknya.

"Mas liat tuh teteknya gede banget. Aku pingin tetekku lebih gede nggak cuma 32," katanya sambil mengocok kontolku pelan. "Nggak usa sayang. Punyamu kecil tapi kenyal dan indah. Dirawat ya sayang. Kalo sering diolesin mani pasti akan terjaga kekenyalannya," kataku. "Jadi mas tetep suka dan bisa terangsang sama tetekkku yang kecil ini kan?" tanyanya. Aku menjawab dengan mengecup keningnya.

Lalu aku mengecup bibirnya, tubuhnya aku balikkan sehingga dia menndihku. Aku lepas kemajanya. Tapi bra dan CD tetap di tempatnya. Kami ber69. Kusibak CDnya yang tergulung itu, aku jilati labia majora-minora dan clitorisnya. Lendir memek aku pindahin keduburnya. Lendir kental yang mirip agar-agar itu aku jejalkan sedikit ke liang anusnya. Lalu sambil mengoral jariku masuk ke duburnya. Satu jari maju mundur. Lalu dua jari. Aku tambahin pelicin dari lendir memek. Lalu pake ludah kami berdua. Akhirnya tiga jariku masuk keduburnya. Aku putar-putar... maju mundur. Dia menjerit tetahan karena desakan rasa nikmat.

Akhirnya dia aku rebahkan diranjang. Aku berlutut ditepi ranjang, mengoralnya habis-habisan. Menjambaki jembutnya dengan gigitan sampai beberapa helai jembutnya terlepas. Aku minta dia meremasi teteknya dan membasahinya dengan ludah melalui telapak tangannya sementara jariku juga keluar-masuk anusnya.

Cairan memek Novita meluap dan membanjir. Aku menghirup sepuasnya. Slurping yang hebat sampai keluar suara. Rasanya asin asem cairan memek Novita itu. Itilnya membengkak. Aku kenai lidah berulangkali, aku jilatin, aku hisap itil itu, sehingga dia akhirnya mendekati orgasme. Saat itu tanganku mulai mengocok kontolku yang nganggur. VCD sudah tak kami perdulikan karena kami bermain bokep sendirilah.

Akhirnya datanglah puncak berahi kepadanya. "Mass..... aku, aku, aku, aku!" hanya itu yang terucap, lantas tubuhnya mengejang kaku, pertanda orgasme telah iba. Aku makn mengoral dan menggarap memek an itilnya, sementara jempolku masuk ke ansunya yang tiba-tiba menyempit. Tanganku satunya terus mengocok kontol sehingga akhirnya aku juga hampir orgasme.

Kurasakan detik-detik ejakulasi mulai menjemput. Aku segera berdiri, melompat keranjang, mengangkang diatas tubuhnya, tepatnya diatas teteknya dan akhirnya muncratlah mani hangatku kewajah Novita dan teteknya. Setelah semuanya muncrat keluar, jemarinya mengoleskan cecerran mani kebibir dan lidahnya. Tubuh Novita kulihat amatlah indahnya. Berkilat oleh peluh sambi tetap memakai CD dan bra. Malam itu kami berpelukan sampai pagi.

Sabtu kami jalan-jalan ke Metro Plaza Senayan. Aku beli sale lingerie dua pasang. Yang pertama warna hitam, berenda, celananya supermin sehingga kalo dipakai langsung mencuat itu jembut, sudah gitu calana itu pakai tali yang gampang dilepas. Branya juga hitam tipis tembus pandang, ukurannya sangat amat mini sehingga tetek mungil Novita tetap akan terbalut. "Coba kalo tetekku gede, pasti lebih sexy ya soalnya yang ketutup cuma pentilku doang," bisiknya. Lingerie kedua dari bahan satin putih, terdiri atas onderjurk tanpa lengan yang cuma bertali an celana dalam kecil bertali yang lebarnya tak sampai selebar tebaran jembut di selangkangan sehingga kalo dipakai pasti pinggiran memek dan jembut langsung menginitp. Apalagi kalo memek Novita nanti basah oleh lendir, pasti cetakan vulvanya akan tampak pada celana satin itu.

Lumayan juga karena ini sale. Beli dua habis Rp 250.000,-. Padahal aku masih butuh lagi lingerie yang lebih merangsang. Novita mengsulkan ke Mangga Dua, katanya dia pernah ngeliat. Kami seegra ke sana. Ternyata memang ada toko lingerie dengan harga yang murah.

Novita aku pilihin celana dalam yang supersexy. Ada yang sangat menerawang sehingga nanti kalo dipakai jembut dan vulvanya langsung erihat. Kami juga dapet celana dalam dengan lubang pada memek sehingga kalo dipakai ngangkang maka memeknya dan duburnya Novita bakal langsung terhidang. Kami beli 18 celana dalam karena harganya murah. Ada yang warnanya orange, kuning, hijau muda, pink, putih, hitam. Ada juga yang bermotif kulit macan sehingga kubayangkan akan sexy jadinya. Saat itu kontolku sudah mulai ngaceng.

Malam kami tiba di rumah kostku yang masih sepi orang. Dicobanya underwear baru itu satu persatu, sambil melakukan gerakan erotis ala stripper. Aku menikmatinya sambil rebahan di ranjang dalam keadaan telanjang. Novita tahu cara menambah gairah, sehingga celana dalam yang sudah supermini dan sexy itu masih dia atur sedemikian rupa sehingga memek, itil dan jembutnya dan juga duburnya bisa terlihat.

Dari underwear ke underwear gerakannya makin sexy. Ketika hanya bercelana dalam dia menciumi ketiaknya yang mulai berkeringat, lantas satu tangannya mencoba untuk mengangkat teteknya sendiri supaya bisa dijlati sendiri. Kasihan juga karena teteknya mungil maka usaha itu tak begitu berhasil. Akhirnya dia mencupangi sendiri pengkal lengan dan ketiaknya, sementara tangan yang bebas secara berantian memainkan tetek dan puting dan mengobel memek yang dia kangangkan dengan mengangkat satu kaki ke atas meja. Pada giliran celana dalam terakhir, memeknya Novita aku lihat sudah basah.

Aku yang sedari tadi ngocok sambil menikmati pemandangan indah itu akhirnya nggak tahan juga. "Novita sayang.." desahku sambil tersengal. Dia segera menghentikan striptisnya dan langsung menghampiriku lalu mengoalku. Baru 10 detik kontolku berada dimulutnya muncratlah mani. Dia amat lahap meminumya.

Setelah duduk tegak dan mendongak agar seluru sperma tertelan, Novita kembali mengocok kontolku untuk menghabiskan sisa sperma yang sekarang keluar banyak akibat obat sinshe itu. Mani ngak muncrat tapi mengalir pelan, membasahi pergelangan tangannya.

Kini dia angsurkan teteknya untuk aku cupangi dan aku emut pentilnya. Lantas dia nungging membelakangiku, melatakkan dubur dimukaku. Maka untuk pertama kalinya aku menjilati duburnya. Kusingkap ceana dalamnya. Kini kuasakan bahwa disekitar dubur Novita ternyata banyak tumbuh bulu halus lurus. Saat kujilati duburnya itu sambil sesekali memasukkan jari, Novita terus beronani dengan memainkan memek dan itilnya. Akhirnya dia orgasme...

Setelah kami cukup beristirahat, baruklah kusadari di karpet betebaran celana dalam Novita. Aku memungutinya satu per satu. Tiap lembar aku ciumi dan jilatin. Beberapa celana ada jembutnya Novita yang rontok.

Aku bahagia malam ini. Novita berjanji akan berpakaian dalam sexy dan bermakeup yang komplit setiap kali akan bercinta. Dia bilang, "kekasih yang baik adalah lonte yang setia yang tahu cara menguras birahi dan mani lelakinya." Aku nggak setuju karena Novitaku bukan lonte. Novita adalah cewek baik-baik yang kebetulan nafsunya besar dan anusnya enak lagian dia doyan sperma. Dia nggak cari uang melalui memek dan duburnya dan mulutnya. Novita adalah kekasihku biarpun dia tak pernah mengikrarkan cinta kepadaku!

HARI-HARI seterusnya kencan kami menjadi lebih hot nian. Novita selalu memakai underwear sexy bahkan lebih dari satu untuk diganti-ganti. Sudah barang tentulah nafsuku selalu meluap-luap apalagi ditambah dengan ramuan sinshe sehingga semakin banyak dan berlimpahlah spermaku.

Yang paling aku suka dan hampir selalu aku lakukan adalah mencumbui dan menyetubuhinya (tapi hanya anal saja) tanpa melepas underwearnya terutama celana dalamnya. Cukup menyibak sedikit maka lidahku sudah bisa mengobel itil, labia majora-minora, dan dinding luar liang memeknya agar tak menembus selaput daranya. Cukup menyibakkan celana dalem itu jemariku bisa leluasa keluar masuk dubur Novita sementara aku mengoral memek dan itilnya. Sudah barang tentulah hanya dengan menyibakkan celana dalam itu tanpa melepasnya maka kontolku tetaplah bisa menembus lubang anus Novita yang panas serta berdaya hisap luar biasa.

Terkadang celana dalam mini tipis yang bertali itu aku lepas separuh sehingga itu celana masih menempel di salah satu pahanya. Uh nikmatnya mencumbu dan menyetubuhi wanita berkulit mulus yang masih memakai pakaian dalamnya. Dari CD mini tipis itu, jembut lurus panjang Novita selalu menerobos keluar, membawa aroma khas memek miliknya yang sungguh berbeda dari memek wanita lain. Arome jembut Novita begitu khas dan beda. Jembut lurusnya yang panjangnya rata-rata 6,5 cm (karena pernah aku ukur pake penggaris) itu memang amatlah merangsang dan bikin ereksi, dia amat sadar sekali akan hal itu. Alangkah indahnya melihatnya striptease sambil membelai-belai jembutnya, menjambaki, membasahi pake ludah lantas kemudian menyisiri pake sisir kecil... Uooohhhh bikin ngaceng, ceng, ceng, ceng!!!!!!!! Aku ingin cari obat oles pelebat jembut buat Novitaku... :)

Ketika aku pergi dinas ke daerah selama seminggu maka hampir 10 celana dalamnya yang belum dicuci sehingga bau memek, bau lendir dan rontokan jembut masih menempel itu bawa. Di hotel aku onani pagi dan malam sambil menciumi celana dalam sexy itu. Aku tidur dengan menumpangkan kepala diatas tumpukan celana dalam Novita diatas bantal. Sambil onani kadang aku menelepon Novita dan dia memberikan fantasy yang gila pula. Yang sekali itu waktu telepon itu kami malahan bermasturbasi bareng dan climax bareng. Pulang dari dinas celana itu aku kembalikan kepadanya. Dia menciumi celana-celananya sambil aku cumbu dan setubuhi duburnya, katanya baunya merangsang karena sudah bercampur dengan aroma spermaku. Ouhhhhhhhhhhhhh... emang super nikmat!!!

Yang paling gila adalah saat Novita memakaikan celana dalam sexy mini hitam tipis ke aku, sehingga kontolku lolos menerobos keluar. Aku terlentang sementara dia menduduki daku dengan memunggungi aku dan dia yang sudah beganti celana pengganti yang aku pakai itu memainkan pantatnya lantas menusukkan anusnya ke kontolku dari atas.... Dia naik turun dan berputar. Ohhhh luar biasa.... Novita aku makin menyayangimu dengan segenap nafsu bahkan kini mungkin aku mulai mencintaimu, akan tetapi mengapa kau menghindar bicara cinta.

Kalo soal yang paling sering alias menu utama tentu saja menikmati striptease Novita dengan underwearnya. Kalau kencan di motel aku sengaja mematikan AC saat dia striptease agar dia kegerahan sehingga peluhnya membanjir membahashi tubuh. Nikmat sekali rasanya membaui aroma lipatan tetek mungilnya yang berkeringat dan menciumi lalu menjilati ketiak licin Novita yang basah kuyup. Kalau sudah begitu ngacengku pol, nafsuku memuncak, dan kalau aku tidak menghentikan kocokan pasti muncrat percumalah itu sperma kegemaran Novita.

Kencan dikos Novita nggak mungkin karena ramai lagian induk semangnya ketat mengawasi. Kencan dikosku ya tergantung lagi sepi apa nggak. Kapa itu ada kesempatan bagus, Novita tinggal di paviliun teman lamanya dan waktu si teman ada tugas mendadak mendampingi atasan keluar kota maka kami jadikan paviliun itu sebagai ajang pesta sex. Kamar, kamar mandi, ruang tamu sampai dapur kami jadikan tempat becumbu. Sampai-sampa wallpaper kamar teman Novita itu bernoda karena kecipratan spermaku. Pesta sex panas dengan striptease hebat tapi persetubuhan hanya menusuk dubur bukan memek wanita yang aku sayangi ini...


(BERSAMBUNG)

Novita Kekasihku Haus Sex (2)
Episode: Ketagihan Minum Sperma Dicampur Juice Buah

Siang yang panas dikantor itu telepon dimejaku berdering, tentu dari Novita. "Mas sayang cepetan gih. Pesenan juice bentar lagi dateng. Biasa, butuh campuran, Mas... Lagian Novi kan mau tahu efek obat dari shinshe yang aku beliin buat Mas itu tuh... Jadi nambah banyak nggak itunya.... Buruan kesini ya. Masker udah Novi siapin..."

Woahhhhhhhhhhhh... ini yg aku harapkan. Emang udah seminggu aku nggak onani krn dilarang Novita dan kami nggak bercumbuan. Kami mau tahu efek ramuan Cina buat nambah sperma supaya keluarnya buanyaakkkkk. Novita yang beli di sinshe langganannya, dia ngakunya buat suaminya. Sperma itu buat campuran juice buah Novita seperti beberapa kali dia lakukan. Spermanya dadapt dari punyaku yang aku keluarin dengan onani di toilet yang mana sperma itu ditampung dalam condom. Sebagai pemacu nafsu biasanya aku menggunakan celana dalam Novita yang lembab kadang basah oleh lendir vagina dan itulah yang tadi dalam telepon dibilang sama dia sebagai masker.

Aku segera turun ke lantai bawah ke meja Novita, berjala biasa seolah-olah wajar saja padahal aku sudah ereksi dan penuh gairah. Novita lagi nelepon tapi dia mengedipkan mata sambil memonyongkan bibir tanda kangen. Diangsurkannya amplop coklat ukuran sedang itu kepadaku dan aku segera ke toilet.

Sampai toilet isi amplop cokelat aku keluarin. Isinya celana dalam Novita, warna ungu tipis, berbahan satin. Dia rupanya lagi horny dan pasti barusan onani kecil. Pada celana yang sangat mini itu ada lelehan lendir vagina, dan ahhhhhhhh... ada selembar jembut nempel disitu. Baunya ouhhhhhhhhhhh seddaaaaaaapppp khas aroma memek Novitaku sayang yang perawan lajang jalang haus sex itu.

Kulepas celana panjangku, lalu celana dalamku, dan duduk dikloset, aku mengurut penisku lantas aku kudungi batang itu pake condom. Sambil kucumi celana dalam beraroma khas itu, sambil menggigit sehalai jembut Novita, aku mengocok penis. Jembut itu akhirnya tertelan sehingga mulutku bebas dan bisa menjilati celana daloam pada bagian yang basah oleh cairan memek Novita. Kocokanku makin cepat. Kubayangkan lagi 69 dan anal sex sama Novita sehingga nafsuku semakin menggila....

Akhirnya ejakulasilah daku. Condom itu langsung menggembung ujungnya krn menampung tumpahan sperma. Ternyata yg keluar banyak banget sampai dua kaki dari biasanya. Setelah nafaskau normal kembali, aku lepas condomitu perlahan lantas aku ikat panhkalnya pake karet gelang, kemudian aku masukkan condom bersperma itu ke plastik kantong dengan penutup geser spt yang biasa diberkan oleh apotik itu. Celana dalam Novita aku masukin lagi ke amplop coklat bersama condom itu. Setelah itu keluar dari toilet yang super bersih dan wangi itu karena bossku, yang namanya Enci Nie Nie sangatlah rapi dan pembersih.

Kuhampiri meja Novita dan kusodorkan amplop itu. Dia lagi telepon huh!!! Dia terima amplop itu. Sambil menelepon dia membungkuk buat membuka amplop dibawah mejanya dgn hati-hati. Celana dalam dia pindahin ke tasnya buat dia pakai lagi nanti. Kantong plastik apotek dia keluarin perlahan. Wajahnya berbinar ketika melihat condom merah itu menggembung banget krn bersi sperma lebih banyak dari biasanya.

Seteleh menelponnya selesai, Novita betputar kursi, membelakngi aku dan pandangan orang lewat, lantas menuangkan isi condom itu ke gelas juice di atas meja kecil disamping meja utamanya. Dia belikkan badan, memegang gelas itu sambil mengadukkan sedotan. Maniku masih dibagian atas juice. Novita meminumnya bukan dgn sedotan tapi dgn meminumnya. Wajahnya berbinar, tampak sekali dia lagi menikmati asam getirnya mani untuk kemudian deigelontor dengan juice belimbing kesukaannya... "

"Sedap..." bisiknya. 'Thanks..." lanjutnya. Aku ikut puas. Supaya nggak ngundang kecurigaan orang terutama boss maka aku meninggalkan mejanya. Sampai di mejaku aku dapat SMS dari dia: NANTI SORE AKU LSNG MINUM SPRM DARI TEMPATNYA YA. BOLEH KHAN?" Aku jawab: HRS. SGR!

Aku barusan dapet duit extra dari boss sehingga berani ngajak Novita ke motel. Dia juga lagi punya duit sehingga dia malah ngajak ke hotel tapi menurutku itu nggak baik karena boros toh tujuan kita adalah cari tempat bercumbu sampai orgasme bukan? Kita cari tempat untuk memanjakan itil, dubur Novita dan kontol serta spermaku.

Senja menggelap sepulang kantor kami langsung masuk tol. Agak macet sih... yang pasti Novita sekeluar dari kantor sudah tak bercelana dalam (yang tadi ternyata nggak dia pake lagi) dan nggak pake bra. Jadi dibalik blazer itu cuma blus lalu langsung tetek kecilnya yang kenyal. Aku juga nggak pake celana dalam, sudah aku copot. Jadi selama dimobil itu ristleting aku buka supaya tangan dia bisa ngelus kontolku. Kadang aku ngelus teteknya. Tadi waktu masuk tol mbak penjaga loket sempat terbelalak waktu ngeliatin blus Novita terbuka dan tampaklah teteknya.

Ditengah kemacetan itu kami saling merangsang. Novita menggosokan branya ke wajahku sehingga bisa kucium aroma teteknya. Dia gosokkan lembut celana dalamnya ke mukaku. Dia oleskan jemarinya yang basaholeh cairan memek ke hidung dan bibirku. Aku jadi ngaceng sekali, apalagi ketika dia mengelus lantas mengocok pelan kontolku. Kalo nggak aku stop bisa-bisa maniku muncrat.

Lalu lintas macet. Tapi nafsu berahi kami terus mendaki. "Ngomong atau cerita jorok yuk," ajak Novita. "Kamu don yang mulai..." kataku. Maka dia becerita, "Mas tahu nggak kalo Enci Nie itu suka onani. Kemarin tuh dia muter DVD di ruangnya sambil tangannya merabai pangkalpahanya. Waktu aku pergokin dia tenang aja, soalnya aku udah lama tahu kalo Enci itu suka buka situs porno. Kali karena dia jomblo padahal umur udah 35 berarti kan butuh kontol dan mani ya masss..."

"Iya dong..." kataku. "Mas, enci tuh sexy ya. Teteknya lebih gede dari aku, tubuhnya slim dan kencang gitu. Mas mau gak nyetubuhin dia?" Aku ngangguk. "Mas bayangin gimana enci kita itu deh... kulitnya mulus, jembutnya lebat lho soalnya aku pernah ngeliat waktu berendam bareng di spa. Putingnya enci itu merah nggak coklat kayak Novi. Ih kalo kena sperma mas kali teteknya makin terawat ya..." kata Novita sambil mengelus kontolku.

"Mas sering ngebayangin memperkosa aku nggak? Soalnya kita kan selama ini cuma anal sex doang. Masa sih mas nggak pingin masukin tongki ke memekku?" Novita nanya sambil mengoleskan jemari basah cairan memek kemulut dan hidungku. Aku betul-betul terangsang.

"Novia sayang, aku sering ngebayaghin memperkosa kamu. Apalagi kalo abis liat kamu onani sayang," kataku, sambil melirik tangannya yang menggusel memeknya dan menjambaki jembutnya. Aku makin bernafsu. Tapi aku lagi nyetir gimana bisa melampiaskan hasrat kan?

"Mas cerita dong udah nyetubuhin cewek berapa, trus kehilangan keperjakaan kapan... Aku nggak marah kok..." pintanya. Aku cuma tersenyum. "Gini deh, mas cerita saat kehilangan keperjakaan aja ya..." rayunya. Kujawab: "Aku bersetubuh pertama kali umur 18 sama seorang tante temannya tanteku. Umur dia waktu itu sudah hampir 40. Dia resminya lajang tapi pernah jadi gundik expat. Beberapa kali percumbuan nggak pake bersetubuh, dia cuma ngocok sama ngoral kontolku lalu spermaku diminum. Aku baru diajak 69 sebentar udah muncrat banjir Nov... Entar aku lanjutin ya... kita udah mau keluar tol nih..."

Kami keluar tl lantas masuk ke motel, pilih pondok dipojok, langsung nutup rolling door. Sampai dikamar kami langsung berpelukan, berciuman, sampai terengah-engah. Kubuka semua pakaianku sehingga aku telanjang. Lantas aku rebahan di ranjang. Novita tahu apa keinginanku. Dia melakukan striptease sebentar, melucuti pakaiannya, sambil meremasi tetek dan mencubiti putingnya, lantas membahasi tetek dengan telapan tangan yang sudah dia ludahin, terus nungging menunjukkan pantat dan anusnya, kemudian ngangkang sambil mengobel memeknya yang dibasahinya dengan ludahnya sendiri. Dia sendri akhirnya dibakar oleh berahi...

"Mas aku minta mas perkosa ya..." rajuknya. "Ayo dong, tapi jangan masukin kontol ke memekku lho. Kita cuma main paksa-paksaan aja yah..." katanya sambil membungkuk dan menggesekkan tetek kecilnya kemukaku. "Ayo masssssssssssss.... pingin nih...."

Aku berdiri aku peluk dia, aku gendong, lalu aku hempaskan ke ranjang. "Jambak rambutku mas, pokoknya yang kasar gituuuuuuuuuuu..." pintanya. Aku menjambak rambutnya sambil menjlati putingnya. Lalu jilatin bibir vaginanya sambil aku mencubiti dan menampari pantatnya. 'nah gitu nikmat massss..." kata Novita.

Dia aku gendong lagi, aku dudukkan di kursi, lalu tangannya aku ikat pake scarf dia. Aku kangkang dan angkat kakinya lantas aku oral habis memeknya. Dia menghaduh nikmat. Lantas aku aku ambil celana dalam dari tasnya dan aku sumpalkan kemulutnya. Aku ciumi seluruh tubuhnya. Aku cupangi tetek, ketek, perut, pantat, dan pahanya. Aku oral lagi memeknya dengan menarik-narik itil oleh katupan bibirku. Dia cuma ah-uh-oh saja.

Aku angat lebih tinggi kakinya, aku sampirin ke pundakku sementara posisiku jongkok. Aku oral habis memeknya lantas jariku masuk keduburnya, keluar masuk. Mulanya satu jari, lalu akhirnya dua, dan akhirnya tiga. Dia menjerit tertahan. Apalagi ketika jembutnya ku jambaki dengan gigitan...

Ikatan scarf aku lepas. Sumpal mulut aku lepas. Dia aku gendong lalu hempaskan lagi ke ranjang. Aku menubruknya dengan posisi 69. Mulutnya gelagapan menahan keluar masuknya kontolku. Ahirnya dia yang diatas, aku jilatin memeknya sambil aku masukin jari di anusnya.

"Enakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk terusssssssssssssssss massssssssssssss... ayo bersetubuh pake dubur Novi" pintanya. Dia segera menunggng. Aku berdiri d pinggir bed. Aku pegang bahunya dai belakang lalau aku jambak rambutnya dan kontolku aku tembuskan ke anusnya. "Gilllllaaaaaaaaaaaaaaaaaaa uenakkkkkkkkk..." katanya sambil terus mengobel itil dan memeknya. Aku taparn pantatnya dan punggungnya. Kontolku melesak kedalam anusnya. Novita semakin gila beronani sampai akhirnya dia beteriak, "Itilku masssss mau lepassssssssssssss... memekku mau meledakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk...." Itulah kalau dia orgasme untuk kali pertama.

Aku cabut kontolku, dia aku tubruk, lalu aku telantangkan dan aku oral memeknya. Novita menggelinjang, tubuhnya berpeluh, tangannya meremasi tetek,mencubiti puting, lalu mulutnya menjilati ketiaknya sendiri. "Ayo mas, harus keluar... aku mau minum... Orgasme bareng yukkkkkkkk..." katanya.

Aku cabut kontolku dai duburnya yang panas dan menjepit itu. Lantas dia aku gendong ke toilet. Aku kinta dia membungkuk dengan tangan bertumpu pada kloset yang tertutup. "Ayo Nov kamu pips..." pintaku. Aku jambaki dia sambil menunggu kebelet pipisnya tiba, soalnya dalam keadaan terangsang wanita sukar pipis. "Ini mas mau kelar," katanya.

"Currrrrrrrr..." saat pipis itu keluar aku tancapkan kontolku ke anusnya. Pipisnya dia tahan lau dia lepas lagi. Pahanya basah oleh urine. Kontolku juga kebasahan dikit. Aku terangsang sekali waktu merasakan dan melihat semburan pipisnya.

Kini dian aku minta berdiri dengan satu kaki ngangkang di wastafel. Aku cebokin memeknya dengan lidahku sementara tanganku sibuk mengocok kontol. "Ayo mas keluarin... biar aku ngeliat khasiat obat sinshe itu..." Aku hentikan kocokan, lantas aku berdiri. Novita bertekuk lutut, mulutnya terganga, tangannya mengocok kontolku, makin cepat,t ambah cepat, sampai akhirnya aku bilang, "Awas mau muncrat nih..."

Mulutnya segera menubruk batangku. Sesaat kemudian maniku keluar, langsung masuk ke mulutnya. Wuah rupanya banyajk maniku. Dia sampe tersedak dan sebagian mani berleleran keluar dari mulutnya. Bibirnya kini berwarna putih karena terolesi oleh spermaku. Dengan jemarinya Novita memasukkan ceceran sperma itu kemulutnya.

habis itu kami mandi bareng lalu pulang dengan perasaan puas. Esoknya di kantor aku kembali ngocok, tampung di condom, untuk dia tuang ke juice. Kadang seminggu bisa empat kali. Novita memang ketagihan mani. Kini wajahnya bersih bersinar tanpa jerawat. Itu karena sperma yang kaya akan protein dan bisa mengencengkan wajah kalau dipakai buat facial.

Novita sekarang makin cantik dan sexy.............. Hanya aku yang tahu bahwa gadis pendiam ini punya dubur yang panas dan peret, dengan mulut dan lidah yang pandai mengoral kontol, lagian mulut mungil itu ternyata haus akan sperma. Sayang aku belum tahu gimana pesona memeknya karena kami ingin menjaga keperawanan Novita agar lelaki tua itu kelak mendapatkan istri yang virgin meskipun dubur dan mulutnya sudah berulangkali dijejali kontol dan dialiri air mani. Oh Novita sayang.

(BERSAMBUNG)

Novita Kekasihku Haus Sex (1)
Episode: Ejakulasi Dalam Anal Sex

Novita memang manja. Sekretaris bossku itu amat tinggi birahinya. Setiapkali berciuman langsung terangsang hebat. Begitu diraba putingnya langsung mengeras-membesar dan payudaranya yang berukuran 32 itu langsung kenyal.

Setelah tetek terangsang maka dalam segera giliran kelentitnya yang mengeras dan liang vaginanya langsung membanjirkan cairan nikmat.

Dia paling senang diajak petting dengan dipeluk dari belakang sambil dipangku sehingga tangan dan jemariku makin berleluasa untuk merabai semua lekuk tubuh dan titik2 yang merangsang dirinya sebagai perempuan jomblo 25 tahun.

Kali ini kami bercumbu di motel. Aku memangkunya sambil menghadap cermin. Kakinya ngangkang sehingga tampaklah celana dalamnya yang mini sexy itu dengan semburat bulu jembut yang lurus tidak kribo. Blusnya sudah terbuka. Kutangnya sudah lepas. Aku ciumi lehernya. Dia menggelinjang dan mengaduh nikmat.

Aku ciumi ketiaknya yang nggak pernah berbulu karena dicukur terus menerus itu sehingga licin basah mengkilat oleh ludahku. Tanganku semakin menggila merabai semua pesona kewanitaannya dan sumber nikmat birahinya. Akhirnya celana dalamnya basah kuyup. Helai-helai bulu kemaluannya yang lurus itu menjadi saling menempel karena dibasahi oleh cairan memeknya.

"Novita, Nov..." bisikku. "Mas, mas, mass. kamu kamu kamu uahh nakalll.... uenakkk tenann.... ayo dong jilatin bibir bawahku sama kacangku... ayo mass... kamu kejam mass...." desahnya sambil menggusel teteknya sendiri. Jemarinya kini menjepiti dan menarik-narik putingnya yang makin keras menggelap. Tubuhnya terus menggeliat seperti cacing kepanasan. Dalam dingin AC dia mulai berpeluh.

"Nov aku mau mengoralmu kalo kamu onani dulu," rayuku sambil menjilati leher dan tengkuknya. "Ah curang, curaangg.. Mas tahu sih kalo aku tuh ahli onani," desahnya manja.

Kini dia turun dari pangkuanku, lalu berdiri. Satu kaki di kursi. Tangannya mulai menjambaki jembutnya sendiri. Lalu memelintir kelentitnya. Menjeweri bibir kemaluannya. Lantas telapak tangannya menggusel seluruh permukaan mekinya, berputar-putar sampai basah. Terus kemudian telapak tangan itu disorongkan ke mulutku untuk aku ciumi aromanya yang khas dan bikin aku semakin ereksi. Lantas tangan itu aku jilati sampai basah oleh ludah untuk kemudian dia usapkan lagi ke memeknya.

Dia merem melek bermasturbasi. Kakinya bergantian naik turun. Nafasnya terengah. Peluhnya membanjir. Cairan mekinya terus keluar. "Ayoo jilatin punyaku, jilatin Masss...." pintanya. Gerakan onaninya kian hebat dan cepat. Klitorisnya sudah membesar.

Akhirnya celana dalam itu ia lepas dan buang. Gerakannya makin gila. Matanya terbelalak lalu terpejam menahan gejolak. Tubuhnya kian mengkilat oleh peluh. Dari mulutnya mendesis kata-kata yang dalam keadaan sehari-hari akan bikin panas kuping wanita sopan. Dia sebut semua anatomi tubuh wanita dan pria dalam macam-macam istilah.

Sambil menikmati gerakannya aku menelanjangi diri. Penisku sudah teracung keras. Dia melek. Makin bernafsu melihat kontolku. "Tapi uohh... mas curang belum mengoral punyaku, ayohhhhhhh jilatin jilatin jilatin sayang.... kulum itilku........ mainin bibir memekku.... uohhhhhh mass... memekku nggak kuat...... ayoohh.. nanti manimu aku minuumm.... aku mau dioral dulu sampe klimax nihh..." ia memohon-mohon. Tubuhnya sudah basah oleh peluh.

Aku peluk dia, au ciumi lehernya yang berpeluh. Aku ciumi dan jilati ketiaknya yang berpeluh banjir itu sekalian menikmati aromanya. Aku cupangin sampe merah gelap lebam. Aku gendong dia dan hampir jatuh karena tubuhnya sudah licin oleh peluh. Aku bawa dia ke wastafel. Dan sudah tahu apa keinginanku. Dia kangkangkan kaki lalu seperti mengejan, dan inilah tontonan yang kudambakan, yang bikin aku tambah ngaceng....

Pertama-tama dia cabuti beberapa helai jembutnya lalu dia gigit. Setelah terkumpul hampir 10 helai jembut di bibirnya, maka dari lubang kencingnya memancarlah urine. Begitulah dalam keadaan terangsang dia masih bisa pipis, dan menyembur kuat mengenai keran dan cermin wastafel.

Luar biasa Novita. Currrrrrr cratttt kencingnya memancar lalu dia hentikan. Otot memeknya elastis nian. Lalu curr cratt lagi kencingnya memacar. Dia balik badan, satu kaki berdiri, satu kaki naik ke wastafel. Aku jongkok dengan muka menghadap memeknya. Currr lagi. Semua mengenai mukaku dan tubuhku. Setelah tetes terakhir habis Novita bilang dengan manjanya, "Mas sayangku, cebokin dong..........."

Dan aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan karena sudah sering. Aku jilatin memeknya. Rasa asin asem lendir karena masturbasi bercampur bau pesing ringan urine, alangkah nikmatnya. Aku sapu habis dengan lidah semua permukaan vulvanya. Novita menjerit-jerit. "Memek, jembut, itil, kontol,mani.." teriaknya berulangkali.

Aku berghenti sejenak buat ambil nafas. Novita segera tahu apa yang harus dilakukan sembari ngangkang di wastafel itu. Tekapak tangannya dia ludahi berulangkali lalu telapak basah itu dia oleskan ke memeknya. Tangan kanan dan kiri bergantian. Lalu aku kembali mengoralnya. Menjilati memeknya. Menjepit gemas dengan bibirku ke arah kelentitnya, aku tarik, aku putar.

Novita menjerit, "Uenaakk tapi itilku mau putus, memekku mau meledak mas..........." Aku jepit bibir kemaluannya dengan bibirku, dan gigiku, lalu aku putar-putar.... Dia semakin terangsang.

Aku tarik bibir kemaluan itu dengan jepitan bibirku sampai menjulur sekitar 4 cm, lantas aku kulum, aku puter, akhirnya seluruh mulutku mencaplok dan meremas labia mayora-minora dan meremasnya pakai bibir. Dia blingsatan menahan nikmat. Tubuhnya mengejang, tergetar. Tangannya meremasi tetek, lalu menjambaki rambutnya sendiri.

"Memekkuu mau meletus, mas! Itiillkuu mauu lepass........... Ayohh aku nggak tahan sayang............. ayoohhh... Novitamu udah mau gila mas... gila kontooll.. gila sperma.... Memek! Memek! Kontol! Itil!" desahnya dengan jerit tertahan... Peluhnya membanjir.... Kini urinenya keluar lagi.... Dia sudah seperti gila diamuk oleh berahinya sendiri. Matanya terpejam.

Aku segera menggendongnya ke tempat tidur. Mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Menciumi seluruh tubuhnya dengan lembut agar gejolaknya mereda. Lantas aku lepas dan buang semua pakaianku ke karpet. Penisku teracung penuh. Novita membuka mata. Tersenyum. Lidahnya terjulur. Tanpa basabasi kontolku langsung masuk kemulutnya. Dia mengulumnya sambil mengocok pelan. "Stop!" kataku. Soalnya kalo diterusin pasti spermaku banjir.

Aku kembali duduk di sofa menghadap cermin. Novita aku pangku, mengangkang memunggungiku, menyandar ke dadaku, semantaraaku duduk dengan kedua tangan menyangga tubuh. Kembali jemarinya ia basahi denga ludah lalu dia oleskan ke anusnya. Lantas jemarinya memegang kontolku lalu dituntutnnya pelan untuk menembus anus. Baru pucuknya yang masuk sudah terasa agak sakit buatku. Novita turun dari pangkuanku. Dia hampiri tasnya lalu dia keluarkan pelumas durex. Dioleskannya pelumas itu ke anusnya dengan jari lalu ke kontolku.

Dia kembali ke pangkuanku. Tangannya kembali menuntun batangku. Dan slepp... secara perlahan namun pasti dan bertahap masuklah penisku ke duburnya yang peret dan panas. Setelah masuk pol aku diam. Dia juga.

Tubuh kami diam, menikmati sensasi luar biasa. Lantas jemari kami secara bergantian mengelus dan memainkan itil dan bibir kemaluannya sama seperti kalau perempuan jomblo yang masih perawan itu beronani. Lembut, pelan, kayak akan gelitik kecil yang memabukkan. Tanpa putaran pinggul, tanpa naik turun penetrasi.

Aku ciumi punggungnya yang mulus dan berkeringat. Dia rabai dengan lembut kedua baksoku. Sesekali ia ludahi jemarinya untuk kemudian dioleskannya ke labia mayora dan klitorisnya. Kami tak saling bercakap. Tapi kami sama-sama menikmati, sambil mengamati gerakan tubuh kami di cermin. Dari balik lengan kulihat posisi persetubuhan kami. Oh alangkah indahnya. Saat itu kurasakan aroma ketiaknya mulai mengeras. Agak kecut namun tidak penguk... dan yang jelas ini bikin aku kian bergairah.

Memanglah kami sudah beberapa kali melakukan anal sex dan belum pernah sekalipun bersetubuh dengan memasukkan kontol ke memek. Jalur alternatif itu kami tempuh agar Novita tak kehilangan kegadisannya karena sebetulnya dia sudah dijodohkan dengan lelaki tua yang tak disukainya akan tetapi dia tetap ingin memberikan selaputnya kepada lelaki itu. Jadi demi kenikmtan sex maka kami anusnya menjadi pengganti vagina buat kami.

Novita sendiri yang memilih anal sex setelah dia membaca cerita sex di internet ttg cara mempertahankan keperawanan dalam menikmati kontol. Aku sendiri juga mencari banyak bahan dari buku d perpustakaan maupun internet tentang anal sex, bahkan dari clipping koran akhirnya kudapatkan berita ttg beberapa almrhumah wanita lajang korban pembunuhan yang masih perawan akan tetapi duburnya sudah dibobol oleh kontol. Tentulah tiada rencana dalam sanubariku untuk meniru kasus pembunuhan itu akan tetapi cara mempertahankan virginity dengan menyediakan dubur sebagai saluran kontol ternyata bisa dilakukan.

Sambil membiarkan kontolku terperam diam dalam anus dan jemariku bergantian mengonani memek Novita, maka aku menciumi pungggung Novita, menciumi keteknya yang licin terus berpeluh, mengecupi teteknya yang mungil dengan puting gelap nan coklat itu. Tentulah aku sendiri merasa amatlah nikmatnya, karena kontolku terjepit dalam liang yang hangat bahkan panas...

Akhirnya datanglah puncaknya itu. Sekali, lalu yang kedua, dan akhirnya dengan gerakan onani yang gila pada memeknya, tibalah climax terakhir yang merupakan super puncak. Kurasakan tubuhnya mengejang, anusnya menyempit, mulutnya mendesah,"Aku... aku... climax mass.... Ayo kali ini mas ejakulasi di anusku saja, soalnya kita belum pernah krn selama ini langsung dicabut.... ayoo anusku juga pingin ngerasain semprota mani... aku bisa bayangin gimana rasanya sperma muncrat di vagina..."

Tubuhnya naik turun. Pinggulnya berputar. Tetapi aku nggak kunjung orgasme. Bahkan kontolku agak perih sampai akhirnya mengendor dan "flopp!" tercabutlah kontol yang lemas itu anusnya.

Novita segera turun dari posisinya lantas mengulum kontolku supaya ngaceng lagi sambil mengocoknya. Lumayan kontolku bisa ngaceng lagi tapi belum bisa kencang top sehingga nggak mungkin masuk ke anusnya lagi.

"Mas nervous ya krn belon pernah muncratin mani didubur Novi?" tanyanya. Aku ngangguk. Lantas dia menidurkanku dan duduk kangkang dengan memek menghadap ke wajahku. "Mas sekarang menikmati memekku sambil onani ya..." pintanya.

Aku menurutinya. Sambil mengamati otot memeknya dimainkan sehingga liangnya bisa mengembang dan mengerut maka aku beronani. Sekarang dia malah pipis sedikit, membasahi mukaku. Memek basah itu terus dia obel makin kencang. Dengan jemari dia rentang bibir vaginanya tepat dimuka hidungku lantas dia maju mundur dan berputar setengah mengambang. "Mas bayangin kontol mas masuk ke memek Novi ya..." katanya. Sekarang dia cabut selembar jembutnya lantas dia gigit.

Makin lama makin ngaceng kontolku. "Mas mau tahu kalo aku onani gak?" tanyanya. Dia jepit itilnya pake dua jari lantas ditarik maju mundur, diputer-puter, dengan tetap kangkang di atas mukaku.

"Novi mulai onani umur 18 mas... sampe sekarang Novi masih suka onani mas terutama kalo lagi mau mens... Novi sering ngebayangin kontol, pingin diperkosa... Novi punya banyak VCD dan mas tahu kan? Itu buat onani mas sayang... Jembut novi bagus nggak mas? Novi pingin punya jembut yang lebat supaya merangsang mas ohhh... mas aku mau climax sungguhan mass..." dia mendesah desah. Aku semakin terangsang.

"Nov... Novita... aku mau muncart..." kataku. "Bagus... terus mas..." katanya sambil beringsut dari posisinya. Aku segera duduk, nyender di tumpukan bantal di pangkal ranjang. Novita mengangkang, membelakangiku, lantas jongkok. Dia olesin durex gel lagi ke anusnya, kali ini lebih banyak. Lantas tangannya segera meraih kontolku, meneruskan kocokan dengan cepat, dan akhirnya sleppppppppp masuk ke anusnya. Dia diam, aku nggak bisa menahan, dan akhirnya craatt spermaku muncrat dalam anusnya.

Inilah pertama kalinya maniku muncrat dalam liang dubur. Dahsyat juga.... Begitu muncrat sepenuhnya dia segera mencabut pantatnya lantas nungging dengan jemarinya menutupi anus. "Biar nggak bocor keluar mas," katanya.

Aku masih memegangi kontolku. Maniku masih mengalir. Mani dari dubur Novita itu biar sudah buat nungging bocor juga. Telapak tangannya menampung ceceran sperma dari duburnya lantas dia oleskan ke bibir mulutnya. Dia tampak kehausan, lantas menarik kontolku, mengocoknya keras dan crat crat crat sisa sperma muncrat dan langsung tertampung ke lidahnya yang terjulur.

"Mmm sedap mas. Thank you. I love you, I love your konntooll... I love your mannii... Duburku enak ya mas..." katanya sambil mencubit pipiku.

Achh.. akupun semakin menyayangi sekretaris jalang penuh berahi tamatan akademi sekretaris terkenal Jakarta ini....


(BERSAMBUNG KE EPISODE 2)

This page is powered by Blogger. Isn't yours?